Kedaburapat, Desa Kedamaian Bak Turun dari Surga



Desa Kedaburapat, Kecamatan Rangsang Pesisir kabupaten Kepulauan Meranti.

Mirwaners, walaupun banyak orang yang tinggal di kota, namun pasti mereka memilik kampung halaman masing-masing. Salah satunya yaitu saya sendiri. Tinggal di kota Pekanbaru ini kadang-kadang butuh refreshing, kadang-kadang juga pingin pulang kampung hanya sekedar bertemu orang tua tercinta, pingin makan masakan emak, pingin dengar celotehan emak, pingin lihat ponakan-ponakan yang lucu, juga pingin lihat suasana kampung halaman yang serba hijau, damai dan tentram, jauh dari bunyi klakson mobil dan truk, jauh dari polusi udara, jauh dari bunyi-bunyi yang memekakkan telinga.

Ya, inilah kampung saya, desa Kedaburapat, yang berlokasi di Kecamatan Rangsang Pesisir kabupaten Kepulauan Meranti, provinsi Riau. Kalau saya pulang dari Pekanbaru ke kampung, biasanya saya naik kapal fery yang memakan waktu sekitar 5 jam perjalanan dengan biaya tiket Rp. 175.000 / orang. Selain kapal fery, ada juga pilihan lain yaitu menggunakan kapal Jelatik, kapal besar, Kapal Titanic-nya Selatpanjang. Kapal Jelatik ini merupakan kapal untuk membawa barang-barang seperti motor dan barang-barang berat lainnya yang tidak mungkin dibawa oleh kapal fery. Kapal ini membutuhkan waktu satu malam perjalanan untuk sampai ke Pelabuhan Tanjung Harapan di kota Selatpanjang. Beroperasi mulai pukul 5 sore dari Pekanbaru dan sampai ke Pelabuhan Tanjung Harapan Selatpanjang pada pukul 5 pagi, dengan tariff tiket Rp. 120.000 / orang, diluar biaya bawa barang. 

Kapal Jelatik
(Titanic-nya Selatpanjang a.k.a Kapal Jelatik)

Setelah sampai di Pelabuhan Tanjung Harapan, saya harus naik kapal lagi yaitu kapal pompong atau speed boat untuk menuju ke Pelabuhan Peranggas dengan biaya tariff Rp. 5.000 / orang. Setelah sampai di Pelabuhan Peranggas, saya biasanya istirahat dulu di warung kopi bersama orang yang jemput saya dari kampung. Biasanya yang jemput saya di Pelabuhan Peranggas ini adalah adik atau kakak saya. Namun, untuk menuju ke kampung dari Pelabuhan ini bisa juga menggunakan jasa ojek yang sedang menunggu pelanggan di pelabuhan ini dan mereka selalu siap menghantarkan kita ke tempat tujuan. Setelah sekitar 30 menit kemudian, maka sampailah ke desa Kedaburapat, the most peaceful place ever.

Desa Kedaburapat, Kecamatan Rangsang Pesisir kabupaten Kepulauan Meranti.
(Sebagian penduduk desa Kedaburapat adalah nelayan)

Desa Kedaburapat ini merupakan sebuah desa yang penuh dengan pohon kelapa. Karena mayoritas penduduk di desa ini adalah peladang. Berkebun pohon kelapa yang biasanya dipanen setiap 2 bulan sekali. Selain kebun kelapa, mereka juga berkebun kopi yang dipanen setiap 3 minggu sekali. Sebagian dari penduduk, ada juga yang bekerja sebagai nelayan. Mencari ikan dilaut. Disebagian lokasi di desa ini juga terdapat sawah. Dengan letak geografis yang berada dipinggir pesisir, maka desa ini sangat strategis bagi penduduk untuk mencari rizki dengan bekerja sebagai petani dan nelayan.

Desa Kedaburapat, Kecamatan Rangsang Pesisir kabupaten Kepulauan Meranti.
(Hampir semua rumah penduduk desa Kedaburapat dikontruksi dari papan)

Hampir semua penduduk di desa ini memiliki rumah yang berkontruksi papan. Hanya sekian persen penduduk yang membuat rumah dengan bahan batu dan semen. Dikarenakan terbatasnya ketersediaan bahan bangunan seperti semen dan batu, maka mayoritas penduduk didesa ini membuat rumah dengan berbahan papan dan atap senk, bahkan ada juga sebagian yang masih menggunakan atap daun rumbia. Selain itu, di desa ini tidak pernah terjadinya bajir yang airnya sampai masuk ke rumah seperti yang kita lihat di berita TV. Walaupun hujan lebat dalam waktu yang lama, air hujan tersebut mengalir ke parit-parit atau selokan menuju ke sungai yang terus mengalir ke laut.

Desa Kedaburapat, Kecamatan Rangsang Pesisir kabupaten Kepulauan Meranti.
(Yasinan - Aktifitas rutin mingguan penduduk desa Kedaburapat)

Aktifitas penduduk di desa ini selain bekerja mencari nafkah, mereka juga adakan kegiatan wirid yasinan yang dilaksanakan seminggu sekali di rumah-rumah penduduk secara bergiliran. Kegiatan ini dilakukan pada malam hari setelah shalat maghrib atau insya’. Selain itu, ada juga yang ikut dalam berbagai arisan. Didesa ini juga ada kegiatan olahraga seperti main bola sepak dan bola volley yang dilakukan oleh anak muda.

Yang lebih asik itu ketika saat musim buah-buahan. Musim buah rambutan, buah mangga dan buah jambu. Saya sangat suka makan makanan yang asam-asam. Ya, saya suka yang asam-asam kecuali asam ketek yah. Iyyuuhh! Disaat musim buah mangga, saya selalu membuat makan yang bikin saya meleleh. Baik meleleh air liur mau pun meleleh keringat. Saya ambil mangga muda, kupas kulitnya, ambil isinya dan terus digiling bersama cabe hijau, garam, gula dan sedikit ajinomoto. Hasilnya hampir seperti rujak. Rasanya, uuh… bikin ketagihan. Makannya sampe keringetan.

Desa Kedaburapat, Kecamatan Rangsang Pesisir kabupaten Kepulauan Meranti.
(Rujak mangga muda - my favorite)

Ini lah suasana kampung saya yang selalu ngangenin dan tidak akan saya jumpai di kota-kota. Tak berlebihan rasanya kalau saya bilang bahwa desa ini adalah desa yang sangat damai dan tentram bagaikan diturunkan dari surga. Setiap pulang kampung, saya selalu lihat-lihat disetiap sudut desa, bernostalgia, mengenang peristiwa-peristiwa yang menggelikan hati waktu saya masih kecil di desa ini seperti mandi di sungai, main layang-layang, main kelereng, main gasing. Bahkan, di kampung saat ini, sering juga bertemu secara tidak sengaja dengan mantan waktu SMA. Aah, sudah lah.

Mirwan Choky
(Keponakan saya yang lucu-lucu dan gemesin)


48 comments

3/31/2017

Rujak mangga muda. lambung able banget aja horor buat lambung
tapi kok kayaknya enak dan seger

Hahaha... enak banget mas, kalau udah nyoba sekali pingin coba terus.

Saya selalu suka dengan desa yang banyak pohon kelapanya :)

desa yang menarik, dan terlihat harmonis nyaman
kebahagiaan juga bisa di dapat dengan hidup di desa

salam untuk keluarganya mas. kearifan dan keindahan alam sangat berharga daripada uang yang mas. lebih baik tetep ndeso daripada kehilangan jatidiri lokal.
pengen main kesana

Iya mas, di desa saya banyak kebun pohon kelapa mas.

Bener banget mas, kebahagiaan juga bisa di dapat dengan hidup di desa yang menarik, dan terlihat harmonis nyaman.

Setuju banget mas. Jangan sampai jati diri lokal kita hilang gara-gara keenakan tinggal di kota.

Suka dengan konstruksi rumahnya, berbahan kayu. Etnik banget... :D

Iya mba, setuju banget. Rumah khas lokalnya gak bakalan hilang.

wah rujak mangganya mas kelihatan seger and nikmat ... kalau di rumahku namanya cengi mas n... biasanya dipotong kecil

Iya, nikmat banget mas. Seger lagi. Kalau di tempat ku gak tau sih apa namanya, saya namai aja rujak. Kalau di tempat mas namanya cengi ya.

Jadi ngiler liat rujak mangganya nih he..he.. 😂

Tolong rujak mangganya paketin ke Tangerang ya.. 😂

Hahhaa... Iya mas. Tunggu aja ya paketan rujak mangganya.

Sama seperti saya, mas. Saat ini saya juga tinggal di kota. Tapi tiap satu bulan sekali saya harus pulang kampung.
Kedamaian hidup di kampung halaman memang bikin rindu ya, mas. Hehe

4/01/2017

Teringin hendak pergi Pekan Baru tapi belum berkesempatan. InsyaAllah akan datang kalau ada rezeki.

Mengingatkanku pada kampung simbahku yang tempo dulu.. Tempo masa kecilku.. Sekarang sudah berubah.. Jadi rindu nuansa desa tempoe doeloe..

Kampung memang menyenangkan. Jika bisa mempunyai pekerjaan di kampung, sepertinya saya lebih memilih di sana daripada di kota

Iya mas, mantap. Kalau hidup di kota, sekali-sekali kita harus pulang kampung juga mas. Hehhe

Mudah-mudahan suatu hari nanti bisa pergi ke Pekanbaru ya mbak Ana.

Suasana kampung memang selalu ngangenin ya mbak.

Bener banget. Kalau kita gak ada kerjaan di kampung, lama-lama ya bikin suntuk juga.

Hal yang paling membahagiakan adalah pulang kampuuuuuuuuuuuung....

Tapi kalau udah beberapa minggu kadang bosen di kampung, udah mulai di marah marahin sama emak, karena kerjaanya tidur mulu hahaha

Iya mas, kampung memang tempat yang membahagiakan. Apa lagi kalau memang ada kerjaan, pasti gak dimarah-marahin sama emak. Hehehhe

Huah, ternyata bukan cuma aku yang sering homsick pengen pulang kampung. kangen dinginnya kalau pagi. kangen suasana di sawah-sawah.
asri.sejuk.nga ada polusi.

berati kampung halaman masnya ini deket pantai ya? panas dong berarti?

Iya mbak Puti. Kampung saya deket dengan pantai. Kalau siang hari memang panas sih, tuh coba lihat muka saya di gambar atas, berminyak karena panas. Hehehe... Tapi kampung saya sendiri memang bikin kangen.

Iya mbak Puti. Kampung saya deket dengan pantai. Kalau siang hari memang panas sih, tuh coba lihat muka saya di gambar atas, berminyak karena panas. Hehehe... Tapi kampung saya sendiri memang bikin kangen.

Wooow dari pekanbaru ternyata masnya....Aduuh,bener banget tuh,,, kampung halaman itu memang tentram,,, kok jadi pengen ke pekanbaru...melihat rujak mangga muda yang bikin ngilerrr

Bisa naik kapal kecil ya kalau dari Pekanbaru. Lebih lama ya dari ke Padang :D

Iya mbak, saya tinggal di Pekanbaru. Ayo mbak jalan-jalan ke Pekanbaru.

Iya bisa kok, dari pelabuahan Tanyuru. 😀

Mau di mana pun juga yang namanya kampung halaman bakal tetep ngangenin ya. Huaaah jadi pengin balik ke jawa. Muehehe. \:p/

Eh, tapi itu serius 5 jam naik kapal fery nggak mabuk?

Anyway, salam kenal ya Mirwan! Kayaknya baru pertama kali deh main ke sini. \(w)/

Bener banget mas, memang ngangenin yak. Iya sebagian orang memang mabuk sih kalau gak kebiasa 5 jam dal fery. Salam kenal juga ya mas Kresno.

mas, pake kamera apa? kok bagus banget??? >.<


damai banget ya di sana, masih sejuk, asri, alami, dan murni
jadi pengen ke sana >.<

Pake kamera smartphone aja mbak. Hehehe...
Iya mbak, di kampung saya suasanannya memang damai and asri banget mbak.

4/03/2017

setuju bang, walaupun pergi ke kota dan mungkin nbakal menetap di kota perantauan, kampung halaman bakal jadi "best place ever" di hidup kita. selalu punya ke-khas-an tersendiri intinya :)

naik fery 5 jam? mabok lah saya hahaha

Suka banget sama foto-foto di blog ini, keren. Kalau aku memang gak bisa pulang kampung. Soalnya lahir dan besar di tempat yang sama, ahahaha :'D

Rumahnya cantik... Rujaknya menggoda...

Iya mbak. Pokoknya kampung kita selalu ada di hati.

Pemabok ya? Hahaha.... jangan lupa bawa kantong deh mbak.

Makasih mbak... oh gitu ya? Hhmmm.. hehhee...

Rujak nya bikin meleleh. Mbak mau? Hehe

Rumah idaman saya kayak gitu.. Mau main kesana, bisa tinggal bareng orang kampung sekitar gak?

Rumah idaman saya kayak gitu.. Mau main kesana, bisa tinggal bareng orang kampung sekitar gak?

Ayo main-mainlah ke kampung saya, bisa kok tinggal bareng di rumah warga sini, atau sekalian aja dirumah orang tua saya. Hehe

Cakep emang desanya. Bisa banget dikembangkan jadi lokasi wisata ya mas.

omnduut.com

Iya Om Ndut. Kalau dikelola dengan baik bakalan jadi lokasi wisata nih.

4/08/2017

Aihhh om keren banget kampungnya. Jadi mendadak home sick... Makasi tulisannya. inspiratif banget. kampung halaman memang selalu bisa bikin kita rindu.

Makasih mas udah baca, ya beginilah kampung saya mas. Hehehe...

Komentar dengan backlink akan terhapus. Setelah komentar jangan lupa follow dan share ya.
Name

Aceh,44,Affiliate,1,Artis,7,Automotive,14,Axioo Blog Competition,1,Axioo Indonesia,1,Bagan Siapiapi,7,Cheria Halal Holiday,1,Culinary,28,Culture,8,English Zone,13,Events,24,Fashion,1,Featured,34,Finance,5,Fitness,6,Gym,1,Hotel,11,I-Sing,10,Info,2,International,15,Kesehatan,3,Lifestyle,97,Lomba,2,Lowongan Kerja,1,Malaysia,3,NTT,13,Pendidikan,8,Pesawat,13,PPG SM-3T,16,Property,3,Religi,1,Resep Masak,2,Review,26,Riau,17,Rommentiq,17,Shopping,8,Singapore,13,Sponsored,8,Surakarta,1,Techno,26,Timor Leste,1,Tips,38,Transportation,6,Travel,78,Viral,43,Whatever,4,
ltr
item
Mirwan Choky: Kedaburapat, Desa Kedamaian Bak Turun dari Surga
Kedaburapat, Desa Kedamaian Bak Turun dari Surga
objek wisata alam Desa Kedaburapat, yang berlokasi di Kecamatan Rangsang Pesisir kabupaten Kepulauan Meranti, provinsi Riau.
https://4.bp.blogspot.com/-Oq19KrB_q60/WN4meuxpaEI/AAAAAAAARAs/YDtLugyBS8cPC4w8p3QwUM4jSJlr8pfEQCK4B/s1600/IMG_20170322_162323_HDR.jpg
https://4.bp.blogspot.com/-Oq19KrB_q60/WN4meuxpaEI/AAAAAAAARAs/YDtLugyBS8cPC4w8p3QwUM4jSJlr8pfEQCK4B/s72-c/IMG_20170322_162323_HDR.jpg
Mirwan Choky
https://www.mirwans.com/2017/03/kedaburapat-desa-kedamaian-yang-turun.html
https://www.mirwans.com/
https://www.mirwans.com/
https://www.mirwans.com/2017/03/kedaburapat-desa-kedamaian-yang-turun.html
true
6351450605521220399
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All YAKIN SUDAH BACA YANG INI ? LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy