Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Menjadi Gravitasi dengan Profesi Guru Sekaligus Blogger

Profesi Guru dan Blogger

Saat duduk dibangku sekolah, saya sering diajarkan oleh guru IPA bahwa gravitasi itu merupakan suatu gaya yang menarik semua benda ke inti bumi. Teori ini sepertinya belum berubah sampai sekarang bahkan sepertinya tidak akan pernah berubah. Teori ini tetap tercantum didalam buku IPA sampai kapan pun dan teori ini juga tetap akan segar berada didalam ingatan. Teori gravitasi ini bisa dijadikan analogi yang cocok ketika membicarakan tentang diri saya sendiri yang berprofesi sebagai seorang guru dan juga aktif didunia blog.


Menjadi seorang guru Bahasa Inggris merupakan hal yang tidak gampang tetapi sangat menyenangkan. Memiliki tantangan sendiri ketika mengajar anak-anak Indonesia yang mana bahasa Inggris dianggap bahasa asing. Anak-anak Indonesia, khususnya yang berada di daerah pedalaman, mereka sering tidak percaya diri untuk mencoba menggunakan bahasa Inggris saat berbicara didalam kelas. Mereka lebih cenderung menggunakan bahasa lokal yang mana terkadang saya sendiri kurang mengerti apa yang mereka bicarakan.

Dengan tantangan yang saya hadapi ini, tentunya saya terus dan terus belajar cara mengajarkan bahasa asing dengan benar dan asik ke anak-anak Indonesia sebagai generasi penerus bangsa yang nantinya akan bersosialisasi dengan orang asing. Saya akan terus belajar untuk meningkatkan kulitas saya sebagai guru. Karena ada pepatah mengatakan "Tuntutlah ilmu dari ayunan hingga ke tiang lahad" yang artinya kita sebagai manusia terus lah menuntut ilmu walaupun usia sudah tua.

Begitu juga dengan dunia blog yang sedang saya dalami. Menjalani dunia blog juga memiliki tantangan tersendiri. Harus bisa membagi waktu antara mengajar, ngeblog, dan mengerjakan pekerjaan lainnya. Kadang selama beberapa minggu blog tak tersentuh karena mempersiapkan urusan mengajar sehingga pernah sesekali ada satu follower blog bertanya “Mas Mirwan, kok gak posting blog lagi?” 

Menjalani dunia blog tidak semudah membalikkan telapak tangan dimana hari ini mau bikin blog, hari ini juga mau sukses ngeblog. Ngeblog sangat membutuhkan ketelitian dan kesabaran. Menulis di blog dengan asal-asalan tidak akan mendatangkan manfaat bagi empunya maupun bagi pengunjung. Setiap sesuatu pasti ada masalah. Dan setiap masalah harus dihadapi dengan sabar. Contohnya dalam dunia blogging, ketika tidak ada yang membaca tulisan di blog saya, saya harus sabar. Begitu juga ketika ada yang berkomentar negatif tentang tulisan saya, saya juga harus sabar menghadapinya.



Dengan tantangan di dunia blog ini, tentunya saya selalu mencari waktu untuk menekuni dan memperbaiki disetiap sisi blog, seperti kulitas isi, tampilan blog, dan berusaha agar banyak yang membaca tulisan saya di blog. Oleh karena itu, dengan usaha yang telah saya jalani sejak 1 tahun terakhir ini, sehingga tanpa disadari saya menjadi gravitasi dalam dunia blog bagi orang-orang disekitar saya.

pelatihan blog

Menjadi gravitasi bagi orang sekitar kadang membuat saya deg-degan. Saya yang kurang pintar berbicara didepan orang ramai malah di undang sebagai pembicara di kegiatan pelatihan blog. Memang merupakan suatu hal yang sangat menyenangkan ketika bisa berbagi secuil ilmu dengan mereka yang membutuhkan, namun akan menjadi hal yang menakutkan ketika seandainya apa yang saya sampaikan adalah hal yang tidak benar dan tidak bermanfaat bagi mereka. Dengan kepercayaan mereka kepada saya sebagai pembicara, saya menjadi optimis untuk lebih serius dalam menekuni dunia blog ini.


Untuk menjadi gravitasi bagi siswa-siswi dan juga orang lain di sekitar sekolah, saya harus menjadi seorang guru yang prefesional. Mengajar dengan prefesional itu sangat penting, agar siswa-siswi saya tertarik dan senang dengan cara saya mengajar dan juga senang dengan mata pelajaran yang saya ajarkan. Bahkan dengan hal ini, ada guru lain yang meminta saya untuk berbagi kepada mereka tentang pengalaman saya mengajar dikelas. 

Untuk menjadi guru yang menyenangkan, tentunya saya harus menjadi guru yang profesional. Dan untuk meningkatkan kulitas dan profesionalitas, saya mengikuti suatu pelatihan. Saya mengikuti program SM3T (Sarjana Mendidik didaerah Terdepan Terluar dan Tertinggal) selama 1 tahun di provinsi Nusa Tenggara Timur. Dengan budaya dan suasana yang berbeda, saya harus bisa menyesuaikan diri dan bersosialisasi didaerah tersebut. Selama 1 tahun, berbagai macam pengalaman dan kenangan yang saya dapatkan didaerah timur tersebut. Setelah itu, saya mengikuti program Pendidikan Profesi Guru selama 1 tahun di provinsi Aceh. Syukur, kini semuanya sudah dilewati.

cara menjadi guru

Setelah mengikuti berbagai macam pelatihan, kini dalam mengajar saya menerapkan suatu ide yang penting sehingga menjadi guru yang dirindukan dan sekaligus menjadi gravitasi bagi orang-orang disekitar. Dalam menjadi guru didalam kelas, ada beberapa hal yang saya perhatikan, seperti sikap tegas. Dalam mengajar, ketegasan dari seorang guru sangat diperlukan. Tegas bukan berarti keras. Tegas berarti guru telah membuat suatu aturan dalam pembelajaran yang ditelah dipahami siswa-siswinya. Saya juga selalu memposisikan diri dalam berbagai macam situasi karena ada kalanya seorang guru itu menjadi orang tua, menjadi motivator, bahkan menjadi teman curhat bagi siswanya sehingga guru tersebut menjadi sosok yang sangat menyenangkan bagi mereka. Selain itu, saya juga selalu berusaha untuk selalu bisa kreatif, inovatif dan komunikatif sehingga bisa membuat siswa senang belajar meskipun dengan sarana dan prasaran yang apa adanya.


Yang menjadi panutan saya dalam dunia blog adalah mas almarhum Cumilebay. Beliau sudah duluan menjadi gravitasi bagi para blogger seluruh Indonesia. Ketika mendengar kabar tentang kepergian beliau, seluruh penjuru dunia blog Indonesia geger. Tidak sedikit juga mereka posting di blog mereka masing-masing tentang pengalaman mereka saat berinteraksi di dunia blog dengan almarhum Cumilebay ini. 

Almarhum Cumilebay sangat kreatif dalam mengelola blog pribadinya. Selalu posting tulisan menarik secara berkala. Tulisan di blognya sangat teratur rapi dan berwarna-warni, sehingga tidak bosan-bosannya saya membaca. Setiap postingan di blog beliau memiliki tidak kurang dari 200 komentar. Inilah salah satu buktinya bahwa beliau adalah orang yang sangat ramah. Selalu merespon setiap interaksi.

Sebelum beliau meninggal dunia, dia pernah bilang ke saya via Twitter bahwa kita harus selalu menjadi orang baik terhadap orang lain mau pun sesama blogger. Harus rajin berinteraksi dan silaturahmi ke pembaca dan blogger lain di Instagram dan Twitter. Harus sering blogwalking, meninggalkan komentar di postingan orang lain agar selalu mendapat sahabat baru.  Ucapan beliau bukanlah isapan jempol belaka. Saya langsung mencoba tips dari beliau dan hasilnya luar biasa. Jadi, dengan kebaikan dan keramahan beliau inilah, blog beliau mendapatkan follower hingga ratusan ribu.

Cara menjadi blogger keren

Seperti yang telah saya sebutkan, saya menerapkan tips dari beliau untuk blog saya. Mengikuti cara beliau yang mana selalu mempublikasi tulisan yang menarik dan berkualitas secara berkala. Mendesain tampilan blog se-elegan mungkin. Menjalin silaturahmi ke blogger lain dengan cara blogwalking, dan berinteraksi kepada pembaca lewat kolom komentar, Instagram, Twitter dan media sosial lainnya. Dan saya juga gabung dalam sebuah komunitas. Sebenarnya, tanpa pembaca, blog kita tidak ada apa-apanya. Bagi saya, inilah kuncinya bagi seorang blogger agar bisa penginspirasi dan menjadi gravitasi bagi orang-orang disekitar.


Dengan menjadi gravitasi bagi orang-orang disekitar sekolah, berdasarkan apa yang saya rasakan, banyak siswa-siswi yang senang belajar bersama saya. Mereka lebih antusias belajar ketika saya yang masuk di kelas mereka. Padahal saya belum lama mengajar disekolah tersebut. Pernah suatu ketika saya ingin pindah dari sekolah itu dan ingin pindah ke sekolah lain, salah satu dari siswa tersebut mengirimkan sepucuk surat kepada saya yang isinya sangat memilukan. Tanpa disadari, saya langsung meneteskan air mata saat membaca surat tersebut :

surat sedih

Nah, kalau di dunia blog beda lagi. Dengan menjadinya gravitasi di dunia blog, banyak brand-brand produk terkenal yang telah bekerjasama dengan blog saya. Selain menjadi pembicara dalam pelatihan blog, saya juga pernah diundang oleh Pemerintahan Daerah Rokan Hilir untuk mengeksplor dan mempromosikan lokasi-lokasi peninggalan Belanda di Bagansiapiapi. Lokasi-lokasi tersebut akan dijadikan sebagai destinasi wisata sejarah oleh mereka. Selain itu, saya juga pernah diundang oleh Rumah Sakit Awal Bros Pekanbaru untuk tujuan yang sama yaitu untuk mempromosikan fitur-fitur dan inovasi terbaru dari Rumah Sakit tersebut. Promosi-promosi tersebut tentunya dilakukan di blog saya.

Bagansiapiapi rohil

Dikarenakan blog saya hanya membahas tentang perjalanan (travelling) yang selalu digunakan untuk berbagi dan promosi destinasi wisata dan beberapa hal lainnya, saya tentunya menggunakan beberapa jenis kamera yang bagus digunakan untuk mengambil foto perjalanan saya. Selain itu, saya juga menggunakan beberapa jenis kamera untuk mendokumentasikan peristiwa saat saya mengajar, supaya saya bisa mengevaluasi cara saya mengajar dan kemudian berbagi kepada orang lain lewat hasil dokumentasi tersebut. 

Jadi, sekarang adalah giliran anda untuk memaksimal potensi yang anda punya sehingga menjadi gravitasi bagi orang-orang disekitar anda. Fokuskan ke suatu bidang yang benar-benar anda kuasai dengan serius. Tentunya hal ini akan bermanfaat bagi diri anda sendiri mau pun orang lain. Lakukanlah sekarang sebelum anda terlambat!

54 komentar untuk "Menjadi Gravitasi dengan Profesi Guru Sekaligus Blogger"

  1. malam mas, makasih uda mengasih sedikit pelajaran untuk saya, dan membuat motivasi saya untuk menjadi blogger yang prof, seperti mas

    BalasHapus
    Balasan
    1. Malam juga. Iya sama-sama mas. Semoga bermanfaat ya.

      Hapus
  2. Byuuh. Semacam tersandung nih karena hampir satu bulan blog tak tersentuh. Harus banyak belajar dari mas Mirwan nih biar bisa jadi gravitasi yang stabil hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waaaah.... Udah hampir satu bulan. Ayo dong di update blog nya. Hehhe

      Hapus
  3. Menjadi gravitasi merupakan solusi cerdas, disamping banyak manfaat dan tambahan ilmu yang didapat lebih luas lagi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semoga kita tetap terus mengupdate blog dengan hal-hal yang bermanfaat ya mas.

      Hapus
  4. Waahh, guru bahasa Inggris rupanya. Mantep, Pak. Boleh dong ngajarin saya, hahahaa..

    Semoga tetap menjadi gravitasi bagi mereka yg tetap mau belajar. Sukses..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mbak, guru bahasa Inggris. Hehehe... Boleh dooong...

      Amiiinnnn. Moga aja ya mbak Eri.

      Hapus
  5. Nyan jih ka bereh thaaat ����
    Ramah ya bg. Ramah lingkungan,tdk menimbulkan polusi berarti ������

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betoi that amak. Hahaha.... Harus ramah lingkungan deh pokoknya.

      Hapus
  6. Keren nih, kayaknya saya juga butuh smartphone-nya deh buat temen traveling! :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mbak, smartphone nya kece badai.

      Hapus
  7. Mas Mirwan ini nulisnya sambil trenyuh ya? kok saya bacanya sedih sekali merasuk sampai ke Jiwa. Apalagi pas baca tentang alm. cumilebay. Surat dari muridnya itu memang lucu tapi juga mengahrukan. Sangat inspiratif. Semangat terus mas!!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waduuuuh... Mbak terlalu menghayati mungkin baca tulisan saya sampe2 trenyuh gitu.

      Hhehe... Iya mbak, suratnya lucu memang dan bikin terharu juga.

      Hapus
  8. Menginspirasi sekali mas. Salam kenal mas

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasih mbak, salam kenal kembali ya.

      Hapus
  9. Maass... Aku baru tahu mas cumilebay meninggal.. Hikz hikz.. Dia juga panutan saya.. Smoga mas cumilebay ditempatkan yang terbaik dari Tuhan.. Aamiin..

    BalasHapus
  10. Maass... Aku baru tahu mas cumilebay meninggal.. Hikz hikz.. Dia juga panutan saya.. Smoga mas cumilebay ditempatkan yang terbaik dari Tuhan.. Aamiin..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yaaah.. baru tahu ya?

      Amin ya rabbal alamin.

      Hapus
  11. Poin penting dalam artikel ini:
    -Publikasik tulisan yg berkualitas
    -desai blog se-elegan mungkin
    -silaturahmi ke blogger lain
    -Menjalin interaksi dengan pembaca
    -Ramah tamah dengan follower, dan
    - gabung dlm komunitas
    Noted. Semoga nanti saya bisa menjadi gravitasi didunia blog, seperti mas

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sip mas, semoga kita tetap menjadi blogger yang bermanfaat bagi orang lain.

      Hapus
  12. wah keren pak guru semoga semakin cetar blog dan ngajarnya *salut

    BalasHapus
    Balasan
    1. Cetar membahana badai kah? Hehehe.. makasih mbak Herva.

      Hapus
  13. keren banget pak bisa maduin dua profesi sekaligus. tetap berkarya terus pak leat tulisan ini. Dan tepa semangat mengajarkan ilmu kepada sanak-anak di sekolah.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mas, ni lgi tetap berusaha agar maksimal kedua-duanya. Doain aja ya mas Bimo.

      Hapus
  14. iya mas,
    tantangannya banyak, apalgi kalau pas tugas administrasi belum kelar (malah curcol haha)
    jempol buat mas mirwan, masih sempat juga berbagi di dunia blog
    semoga barokah

    BalasHapus
    Balasan
    1. Amiinnn ya rabbal alamin. Makasih mas.

      Iya deh, pokoknya kita yang guru dan juga blogger seperti mas Ikrom pasti tau deh tantangannya gimana. Hehe

      Hapus
  15. pak guru idolak ini namanya
    tetap jadi inspirasi dan "gravitasi" bagi murid-muridmu wahai bapak guru :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semoga tetap terus menginspirasi ya mbak 😆

      Hapus
  16. Waaah jadi guru idola :D
    hhehheeh kadang guru yang masih muda sering jadi idola karena masih se-visi. Se aliran. Eaaaaaa

    semoga blognya makin bermanfaat dan menjadi gravitasi buat orang lain biar semangat ngeblog mas. Btw kalau dari blog ini aku suka graphic artnya :D

    Eh... aku kok baru tau ya soal hp LUNA hihi.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya juga sih. Hehhee... Selain itu, guru muda kan masih fresh dan ganteng, makanya banyak yang suka. Hehhehee

      Amiinnn... Makasih mbak buat doanya.

      Waah... Ada yang suka sama grafik art blog saya. Hehe.. makasih mbak.

      Hp LUNA kayaknya memang hp baru mbak, jadi belum banyak yang tahu.

      Hapus
  17. Jadi kangen sama mas Cumi, beliau memang blogger yang rendah hati banget ya mas.. Huhuhu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bener banget mbak Dian, beliau memang blogger yang selalu rendah hati dan selalu ingin berbagi.

      Hapus
  18. wuishhh keren deh, pak guru dan blogger, dua-duanya profesi yang insyaaAllah jadi ladang pahala

    BalasHapus
  19. Ngajar dimana mas? Joy of teaching ya gitu itu mas, ketika dapet something sweet dari muridnya. Aku udah ngerasain jugaaaa

    Semangat masss be gravity for others 💃🏼

    BalasHapus
    Balasan
    1. Di salah satu sekolah di Aceh. Iya mbak, bener banget. Hehee... Semoga tetap semangat deh.

      Hapus
  20. Mengajar dan menjadi blogger memang gampang-gampang susah tapi akan tetap senang juga, jika keduanya jalan terus, karena akan mendapat penghasilan 2 kali lipat. Hehe

    BalasHapus
  21. Mengajar dan menjadi blogger memang gampang-gampang susah tapi akan tetap senang juga, jika keduanya jalan terus, karena akan mendapat penghasilan 2 kali lipat. Hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bener banget mbak Lisa. senengnya dapat 2 kali lipat, dan insyallah pendapatan juga 2 kali lipat. Hehhe...

      Hapus
  22. Itu surat cinta ya Pak Guru ? xixixi... apalagi surat itu mewakili semua murid....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahhaa... Iya kali surat cinta... 😂😂😂

      Hapus
  23. Iya, almarhum cumilebay orangnya sangat ramah dan happy, bahkan blog saya yang tidak seberapa pun pernah dikunjunginya, karena beliau jg sy mencoba tuk menulis lagi. sukses mas kerjanya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Almarhum memang orang yang baik mas. Sukses juga ya buat mas.

      Hapus
  24. Senang rasanya bisa berbagi dan tetap menjadi profesional di lingkungan pekerjaan. salut buat pak guru :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasih mas Afrizal, saya masih terus dan terus berusaha untuk menjadi yang terbaik buat bangsa ini :)

      Hapus
  25. Keren cikguu... semoga berkah terus job mengajar dan profesi bloggernya yaaa :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehehe.... makasih ya mbak Yuna atas doanya. Amiiinnn!

      Hapus
  26. Mas Mirwa Keren...sumpah keren....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aah... gak ada apa-apanya kalau dibanding dengan mbak Yuni yang super keren.

      Hapus
  27. Saya pikir, manusia keren itu harus memenuhi 2 syarat, (1) bermanfaat untuk orang banyak dan (2) menjadi gravitasi bagi sekitarnya. Sebenarnya ini esensi hidup dielaborasikan dengan hukum agama, menurut saya.

    Dalam dunia blogging, memang penting menjadi bagian dari suatu komunitas. Tapi yang saya rasakan langsung, sepertinya belum benar-benar mengayomi membernya. Tapi itu balik lagi ke pribadi masing" sesemangat apa menimba ilmu blogging darimana saja :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Setuju banget mbak Zahrah. Apa pun yang kita lakukan termasuk ngeblog, seharusnya tidak hanya bermanfaat buat diri sendiri, tapi juga bermanfaat bagi orang lain. Memang sih kebanyakan dari komunitas, seperti komunitas blog, belum begitu mengayomi membernya dengan maksimal. Mungkin karena kurang antusias atau apalah...

      Hapus
  28. Izinkan aku salah fokus. Ehem...Pak Mirwan yang ganteng tinggi dan putig. .....tidak suka cubit-cubitan...#sebab sukanya kan cuit-cuitan di twitter#

    Pokoknya sip deh jadi gurunya. Eh, beneran guru Mas? Bukan sekadar guru di program sekolah inspirasi?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wadduhhh..... Mbak Yuni. Hahha... Selain didunia maya, saya juga suka cuit-cuitan di dunia nyata. Hehehe...

      Iya mbak, saya guru SM-3T (Sarjana Mengajar didaerah Terdepan, Terluar dan Tertinggal)

      Hapus