Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Hati-hati Ber-sosmed, Inilah Peraturan Terbaru dari MUI

Hati-hati Ber-sosmed, Inilah Peraturan Terbaru dari MUI

Mirwaners, akhir-akhir ini seperti yang kita lihat didunia maya seperti di Facebook, Twitter, website berita maupun blog, terlalu banyak yang menyebarkan kata-kata yang mengandung gibah, bullying, berita hoax, hate speech dan sejenisnya. Sehingga bagi para pembaca yang malas mengkaji ulang berita yang ia baca, maka ia bakalan sangat mudah dipengaruhi oleh informasi negative tersebut. Dengan sering adanya hal ini, maka seharusnya saat ini bukan zamannya lagi menanyakan “Ada berita apa hari ini?” tapi “Ada apa dibalik berita hari ini?” Kini kebanyakan penggunaan sosial media sudah tidak terkontrol lagi sehingga mereka menjadi bebas berekspresi  tanpa batas, bebas menyebar berita bohong, bebas ngomongin orang, bebas ngegosip dan bahkan ada juga yang sengajar menyebar konten p0rn0grafi. Oleh dikarenakan penggunaan media sosial sudah tak terkontrol lagi, maka Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan fatwa halal-haram pada tanggal 13 Mei 2017, kemaren, seperti yang saya lansir dari liputan6.com. Fatwa ini dinamai dengan Fatwa Medsosiah.

Hati-hati Ber-sosmed, Inilah Peraturan Terbaru dari MUI
KH Ma'aruf Amin, sebagai ketua Umum MUI, menjelaskan bahwa fatwa ini adalah sebagai pegangan dan acuan bagi rakyat Indonesia, khususnya yang muslim, baik itu secara hukum maupun bersifat pedoman. Dalam fatwa Medsosiah tersebut, ada 5 hal yang diharamkan, yaitu : 

Saya rasa hampir semua orang sudah tau apa itu gibah. Gibah itu artinya membicarakan keburukan orang lain, termasuk di antaranya fitnah, namimah atau adu domba, dan penyebaran sifat permusuhan. Akhir-akhir ini anda bisa lihat begitu banyak yang menyebarkan keburukan orang lain dan fitnah di media sosial. Hal ini tentunya tidak baik.
Apa itu bullying? Bullying itu adalah suatu ujaran kebencian, ujaran permusuhan atas dasar suku, agama, ras dan antargolongan. Dikarenakan akhir-akhir ini begitu maraknya bullying didunia maya, MUI juga memasukkan bullying sebagai salah satu poin yang haram hukumnya dilakukan bagi pengguna media sosial.
Seperti yang saya sebutkan tadi, pembaca yang tidak mau menelaah kembali berita atau informasi yang ia baca, maka mereka hampir sulit untuk membedakan mana informasi yang benar dan mana informasi bohong. Nah, dengan adanya Fatwa Medsosiah ini semoga saja penyebaran informasi bohong alias hoax dapat dikurangi. 
Konten p0rn0 sudah jelas merupakan hal yang diharamkan. Kini MUI kembali mempertegaskan bahwa menyebar konten p0rn0 adalah hal yang diharamkan, karena hal ini sangat bertentangan dengan hukum syar'i. Jenis konten p0rn0 yang diharamkan itu seperti informasi berupa teks, foto, maupun video. Selain itu, MUI juga melarang penyebaran konten yang bersifat maksiat.  
Kini aktivitas buzzer diharamkan MUI, hal ini khusus bagi mereka yang mencari keuntungan dengan cara menyediakan atau menyebarkan informasi bohong alias hoax, gibah, fitnah, namimah, bulliying, aib, dan gosib dan sebagainya. Profesi buzzer, baik yang bertujuan untuk muamalah maupun non-muamalah, hukumnya adalah haram, dilarang melakukannya. 


Jadi, mulai sekarang, berhati-hatilah dan bijaksanalah dalam menggunakan media sosial. Jangan sampai merugikan diri sendiri, apa lagi merugikan orang lain. Gunakan sosial media untuk hal-hal yang lebih bermanfaat. Mulai sekarang anda harus selalu ingat tentang fatwa medsosiah ini yang telah diresmikan pada 13 Mei 2017 dan telah disahkan secara simbolis antara MUI dan Kemenkominfo. Kita berharap, semoga dengan adanya Fatwa Medsosiah ini, setiap pengguna media sosial dapat menghindari dan menahan diri dari berbuat hal-hal yang tidak baik bagi masyarakat.
Hati-hati Ber-sosmed, Inilah Peraturan Terbaru dari MUI

34 komentar untuk "Hati-hati Ber-sosmed, Inilah Peraturan Terbaru dari MUI"

  1. Jadi sekarang harus hati-hati ya Mas berbicara di Media Sosial..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mas, mulai sekarang harus hati-hati deh...

      Hapus
  2. medsos oh medsos bikin panas krn semua org pny pandangan yg beda2 dan merasa benar jd y susah ga kan ketemu titiknya klo yg beda pandangannya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ya begitu lah dunia sosial media, yang penting kita saling menghargai antara sesama pengguna...

      Hapus
  3. Konten pornografi sekarang seakan tenggelam krna berita hoax...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mas, kini berita hoax sudah meraja lela.

      Hapus
  4. Tenang sih saya mah, karena dalam bersosmed gak pernah melakukan hal-hal yang bersifat negatif seperti yang di sebutkan di atas...

    Ijin share ya bang..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mantap deh mas. Yang penting kita selalu berfikiran positif aja. Monggo mas di share.

      Hapus
  5. Untung saya gak' pernah ikut yang begitu-begituan mas, gak' kenal sosial media 😂

    BalasHapus
  6. Tanpa dibikin fatwa pun, sebenarnya kegiatan-kegiatan di atas buruk dan melanggar norma manusia di negara manapun. Hm~~~ tapi ya mungkin karena kondisi kejiwaan (?) masyarakat Indonesia perlu di 'hijab'i sedikit. Wallahua'lam~

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mbak Zahrah, sebenarnya hal-hal diatas memang udah tidak baik dari dulu-dulu. Adanya fatwa ini sepertinya hanya untuk memperkuatkan aja.

      Hapus
  7. semoga aja dengan adanya fatwa MUI, sosmed bisa digunakan lebih bijak lagi.
    tapi aku sering tuh ghibah di blog. duh gimana ya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. emang mbak nulis tentang apaan??? #kepo maksimal

      Hapus
    2. Amiiiinnnn!
      Hayooo.. sering gibah ya? Gibang tentang apa tu di blog nya?

      Hapus
  8. Sebetulnya --idealnya--tanpa dijadiin aturan/fatwa resmi pun, hal2 itulah yang mestinya dilakukan netizen.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bener bnaget mbak, mungkin fatwa ini hanya sekedar untuk memperkuatkan aja.

      Hapus
  9. Ini bahasan yang langsung ramai di group WA tempo hari. Paling menohok poin nomer satu yah. wkwkwkwk

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ooohh gitu ya?
      Poin nomor 1? Hayooo... sering gibah ya? Hehehe...

      Hapus
  10. Hayoooo gak boleh nge Ghibah lagi lhooo .... meskipun Ghibah Syariahhh

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahhaaa.... ada juga ya ghibah syariah? :D

      Hapus
  11. wah..... kesian para Buzzer nih.......

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya nih, Tapi kayaknya gak semua buzzer deh, hanya buzzer yang menggunakan cara negatif yang diharamkan.

      Hapus
  12. haha, buzer katanya
    padahal saya juga pengen kalau ada bukaan buzer macam ini. lumayan kan bang, buat beli-beli kuota biar tetep bisa ngeblog XD

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ntar jangan lupa ya transfer dikit kuota buat saya. KWwwkkkw

      Hapus
  13. Hahaha... kasian para buzer.
    Tapi bagus sih fatwanya.
    Soalnya isi medsos sekarang mengerikan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya bener banget mas, buzzer yang menggunakan cara negatif akan tidak diperbolehkan lagi.

      Hapus
  14. fungsi utama medsos buat aku...
    ngepoin orang.. hahahah

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ciyeeee.... ngepoin mantan maksudnya?

      Hapus
  15. mudah2an dengan ada fatwa begini berkurang dratis penyebaran berita hoax, apalagi pas pilpres kemaren luar biasa banget hoax berkeliaran di timeline sosmed

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya gan, semoga dengan adanya fatwa ini makin berkurang deh berita-berita hoax.

      Hapus
  16. Sebenarnya gak cuma di sosmed aja yang harus hari-hari dalam bicara, di kehidupan nyata pun demikian :)

    Semoga dengan adanya fatwa MUI, bisa lebih hati-hati dan tentunya terhadap berita hoaX..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Setuju! Dalam kehidupan sehari-hari di dunia nyata kita juga perlu menjaga ucapan kita.

      Hapus