Gegara Kabut Asap, Nyawaku Hampir Melayang di Pesawat Scoot



Gegara Kabut Asap, Nyawaku Hampir Melayang di Pesawat Scoot, kisah nyata, harga tiket pesawat scoot, promo harga tiket pesawat scoot
Mirwaners! Sampai sekarang aku masih terbayang bagaimana perasaan ku tadi saat pulang dari Singapura ke Pekanbaru dengan naik pesawat. Jadi, ceritanya gini, aku tu udah sebulan belum pulang ke Pekanbaru, Indonesia, karena ada beberapa kegiatan yang harus ku lakukan di Malaysia, yaitu event Keretapi Sarong dan juga melakukan beberapa kegiatan di Singapura, salah satunya yaitu nonton Formula 1 (F1). Selain itu, mengingat cuaca di Pekanbaru masih berkabut asap, jadi aku sebisa mungkin gak pulang Pekanbaru sebelum kabut asap nya hilang.


Sudah sebulanan aku di Malaysia dan Singapura, tapi di Pekanbaru masih berkabut asap, padahal aku pingin pulang. Hati jadi semakin bimbang ketika melihat berita ada beberapa pesawat yang menuju ke Pekanbaru gak bisa landing karena kabut asap yang makin tebal. 

Tapi aku tetap harus pulang hari ini, meskipun kabut asap masih tebal di Pekanbaru. Aku berserah diri aja kepada Allah, dengan pesawat Scoot dari Singapura, aku hanya berharap semuanya akan baik-baik saja. Meskipun di Pekanbaru masih berkabut asap.

Jam 9 pagi aku udah check in di Changi Airport. Pesawat akan berangkat jam 11 pagi ke Pekanbaru. Ku lihat di luar, di SIngapura juga terkena dampak kabut asap. Dalam hati berkata, “Di Singapura aja kena asapnya, apa lagi di Pekanbaru, gimana ya tebalnya asap di Pekanbaru?” Ku lihat hari ini, penumpang pesawat ke Pekanbaru ternyata banyak juga ya. Gak takut asap apa? 

Setelah menuggu beberapa waktu, akhirnya kami masuk dalam pesawat dan bersiap-siap untuk take off. Semua penumpang kelihatan nyantai. Aku merasa seolah-olah hanya aku yang disitu yang berdoa terus kepada Allah agar pesawat ini selamat ini sampai tujuan. Di samping ku ada seorang ibu orang Padang. Di raut mukanya gak kelihatan sama sekali perasaan bimbang. Di Belakang ku, ada emak-emak bersama anaknya yang masih remaja.

Pesawat take off jam 11.40. Sabuk pengaman ku kencengkan. Perasaan ku udah bercampur aduk sehingga dalam pesawat ini terasa dingin banget. Kami pun mulai berangkat. Pak kapten memberi isyarat kalau perjalanan ini hanya memakan waktu 40 menit. Memang biasanya naik pesawat dari Singapura ke Pekanbaru hanya memakan waktu sekitar 40 menit. Saat take off, keadaan aman. Beberapa menit kemudian, pesawat mulai guncang, anak remaja yang bersama emaknya yang duduk dibelakang ku mulai nangis-nangis panik. Mendengar anak itu nangis, hati ku semakin menciut dan bertambah bimbang seolah-olah pesawat ini akan mengalami hal yang buruk nantinya. 

Memang, beberapa kali pesawat ini guncang karena menghantam entah awan, entah asap, pokoknya kalau dilihat dari jendela pesawat, gak kelihatan apa-apa, hanya warna kelabu, hanya asap. Mulut tetap berkomat kamit memohon keselamatan kepada Allah. 

Sekitar 40 menitan kemudian, kapten memberitahu kepada para penumpang bahwa kami sudah berada di Pekanbaru, tapi sayangnya belum bisa landing karena kabut asap masih tebal, bandara gak kelihatan. Hati ku semakin bimbang, takut, dan pasrah, mungkin usia ku hanya sampai disini. Ibu yang disamping ku hanya menundukkan kepala, entah lagi berdoa, entah lagi tidur, gak tau aku. Dan aku masih mendengar tangisan dari anak remaja yang duduk di belakang ku. 

Kapten kembali memberi tahu kepada para penumpang, pesawat kami hanya bisa muter-muter dulu diatas sekitar 30 menitan, karena sambil menuggu apakah bandara akan kelihatan. Tapi kabut asap begitu tebal.

Dan 1 jam kemudian, aku melihat pulau dari jendela pesawat. Alhamdulillah! Lega hati ku. Tapi ternyata, ku kira kami udah bisa landing di Pekanbaru, tapi ternyata kami patah balik ke Singapura. Ya Allah! Apakah aku bisa pulang ke Indonesia? Sampai kapan? 

Kami patah balik dan kembali masuk dalam bandara. Para petugas pesawat Scoot memberitahu kami bahwa mereka akan mencoba terbang lagi pada jam 4 sore. Ya Allah, kok begini ya rasanya. Sambil menuggu jam 4 sore, petugas pesawat membawa kami untuk makan siang di salah satu Food Court di Changi Airport. 

Singkat cerita, kami kembali lagi masuk dalam pesawat tadi. Ku lihat ibu yang disebelah ku menelepon anaknya yang di Indonesia, pamit-pamitan dan mengabarkan kepada mereka kalau ntar terjadi apa-apa, jangan bersedih. Aku mendengar anaknya menjawab dengan lugu. Ku lihat, gak ramai yang mau masuk pesawat lagi, beberapa kursi di depan ku kosong, kursi yang diduduki emak dan anak remaja tadi pun kosong. Apakah mereka trauma atas kejadian tadi dan gak mau naik pesawat lagi? Setelah ku tanya dengan ibu yang disamping, ternyata emak dan anak remaja yang dibelakang ku tadi memang gak mau naik pesawat lagi, mereka memilih alternatif lain untuk pulang. Mereka naik ferry ke Batam dan terus menuju ke Pekanbaru.

Aku? Memang takut sih, cemas dan bimbang saat itu naik pesawat. Tapi aku hanya bisa pasrah, berserah diri kepada Allah. Hanya itu yang bisa ku lakukan. Pesawat pun mulai naik lagi. Kapten memberitahu kepada penumpang bahwa dia optimis akan bisa landing di Pekanbaru. Aku berusaha untuk tidur agar aku gak akan merasakan peristiwa yang akan aku alami sebentar lagi, agar setelah aku bangun tidur, aku sudah bisa lihat Pekanbaru. Tapi sayangnya gak bisa tidur, karena jantung berdetak kencang, bimbang. Tapi mata ku tetap ku tutup. Aku terus berdoa, setiap satu guncangan pesawat, satu doa yang ku lantunkan. 

Beberapa waktu kemudian, dengan mata tertutup, aku merasakan pesawat ini melucur kebawah dengan hebatnya. Dalam hati bergumam, “Ya Allah! Ini apaan? Landing, kah? Atau….?” Hati ku semakin berdetak kencang. “Ya Allah, selamatkan pesawat ini, selamat kan lah kami sehingga sampai tujuan. Kalau hanya sampai disini umur ku, aku mohon ampun atas dosa-dosa ku. Ya Allaaahhhh!”

Pesawat terus meluncur menurun kebawah. Aku pejam kan mata, gak berani melihat sekitar. Tiba-tiba tangan ku disentuh oleh ibu disebelah, dan menyuruh aku melihat di jendela. Ya Allah! Pekanbaru! Bu, kita udah bisa landing. Begitu senangnya aku. Hati jadi berkata, “Terimakasih ya Allah!” Dan begitu roda pesawat menjejak lapangan terbang, semua penumpang bertepuk tangan dan mengucapkan syukur. Aku masih terdiam tanpa ekspresi, padahal dalam hati berkata “Terimakasih ya Allah!”

Aku ingin mengucapkan terimakasih kepada pesawat Scoot karena bisa menebus kabut asap tebal, sehingga atas izin Allah, aku masih hidup didunia ini.


3 comments

9/24/2019

Alhamdulillah. Deg2an aku bacanya. Ngeri banget ya dampak kabut asap bagi penerbangan.

Syukur ya bisa pulang dengan selamat. Semoga asapnya makin lama makin berkurang.

Ya ampun, aku sampe tahan nafas bacanya. Alhamdulillah bisa sampai dengan selamat. dan juga titip doa untuk semua sodara2 di Pekanbaru semoga asap segera berlalu.

Komentar dengan backlink akan terhapus. Setelah komentar jangan lupa dibagikan kepada teman-teman ya. Kalian juga bisa tanya-tanya di Instagram @MirwanChoky
Name

Aceh,44,Affiliate,1,Artis,8,Asuransi,2,Automotive,14,Axioo Blog Competition,1,Axioo Indonesia,1,Bagan Siapiapi,7,Cheria Halal Holiday,1,Culinary,29,Culture,8,English Zone,14,Events,30,Fashion,1,Featured,34,Film,9,Finance,5,Fitness,7,Gym,1,Hotel,14,I-Sing,10,Info,3,International,17,Kesehatan,4,Lifestyle,105,Lomba,2,Lowongan Kerja,1,Malaysia,8,NTT,13,Pendidikan,8,Pesawat,14,PPG SM-3T,16,Property,4,Religi,1,Resep Masak,2,Review,26,Riau,17,Rommentiq,17,Sablon,3,Shopping,8,Singapore,19,Sponsored,8,Surakarta,1,Techno,30,Timor Leste,1,Tips,38,Transportation,9,Travel,77,Viral,43,Whatever,4,
ltr
item
Mirwan Choky: Gegara Kabut Asap, Nyawaku Hampir Melayang di Pesawat Scoot
Gegara Kabut Asap, Nyawaku Hampir Melayang di Pesawat Scoot
Gegara Kabut Asap, Nyawaku Hampir Melayang di Pesawat Scoot, kisah nyata, harga tiket pesawat scoot, promo harga tiket pesawat scoot
https://1.bp.blogspot.com/-TLerRE_t6NE/XYj-9SDVqRI/AAAAAAAAXto/vVI6U4onpkoCU5fJlmGYS16kZGLwSUxyACK4BGAYYCw/s1600/fly%2Bscoot.jpg
https://1.bp.blogspot.com/-TLerRE_t6NE/XYj-9SDVqRI/AAAAAAAAXto/vVI6U4onpkoCU5fJlmGYS16kZGLwSUxyACK4BGAYYCw/s72-c/fly%2Bscoot.jpg
Mirwan Choky
https://www.mirwans.com/2019/09/gegara-kabut-asap-nyawaku-hampir.html
https://www.mirwans.com/
https://www.mirwans.com/
https://www.mirwans.com/2019/09/gegara-kabut-asap-nyawaku-hampir.html
true
6351450605521220399
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All YAKIN SUDAH BACA YANG INI ? LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy