Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Contoh Penerapan Teori Belajar Ausubel, Gagne dan Piaget

Contoh Penerapan Teori Belajar Ausubel, Gagne dan Piaget


Teori Belajar Ausubel 

Teori belajar Ausubel adalah teori belajar yang dikemukakan oleh David Paul Ausubel, seorang psikiater anak dan akademika terkenal yang bergerak di bidang psikologi pendidikan, perkembangan ego, psikologi umum, kecanduan obat, dan psikiatri forensik. Teori ini berfokus pada pentingnya belajar bermakna (meaningful learning) dalam proses pembelajaran.

Menurut Ausubel, belajar bermakna adalah proses menghubungkan informasi baru dengan pengetahuan yang telah ada di dalam struktur kognitif seseorang. Struktur kognitif adalah sistem pengetahuan yang dimiliki seseorang, yang terdiri dari konsep, proposisi, dan hubungan antarkonsep.

Ada dua jenis belajar, yaitu belajar bermakna dan belajar menghafal. Belajar menghafal adalah proses mengingat informasi baru tanpa menghubungkannya dengan pengetahuan yang telah ada. Belajar menghafal hanya akan menghasilkan pengetahuan yang dangkal dan mudah dilupakan.

Sebaliknya, belajar bermakna menghasilkan pengetahuan yang lebih mendalam dan tahan lama. Pengetahuan yang diperoleh dengan belajar bermakna dapat digunakan untuk memahami konsep-konsep baru, memecahkan masalah, dan membuat keputusan.

Untuk dapat belajar bermakna, seseorang harus memiliki pengetahuan awal yang relevan dengan informasi baru yang akan dipelajari. Jika pengetahuan awal tidak memadai, maka informasi baru akan sulit untuk dipelajari secara bermakna.


Prinsip Teori Belajar Ausubel

Ausubel juga mengemukakan beberapa prinsip yang dapat membantu siswa untuk belajar bermakna, antara lain:

• Prinsip asimilasi: Informasi baru harus diasimilasikan ke dalam struktur kognitif yang telah ada.

• Prinsip subsumption: Informasi baru harus dihubungkan dengan konsep-konsep yang lebih umum yang telah ada dalam struktur kognitif.

• Prinsip advance organizer: Advance organizer adalah konsep atau proposisi umum yang disajikan sebelum informasi baru. Advance organizer dapat membantu siswa untuk memahami informasi baru secara lebih bermakna.

Teori belajar Ausubel telah banyak diterapkan dalam pembelajaran di sekolah dan perguruan tinggi. Teori ini dapat membantu guru dan dosen untuk mengembangkan strategi pembelajaran yang efektif untuk membantu siswa belajar bermakna.


Contoh Penerapan Teori Belajar Ausubel

Berikut adalah beberapa contoh penerapan teori belajar Ausubel dalam pembelajaran:

• Guru dapat memulai pembelajaran dengan menyajikan advance organizer, yaitu konsep atau proposisi umum yang relevan dengan materi yang akan dipelajari. Advance organizer dapat berupa peta konsep, ringkasan materi, atau penjelasan singkat tentang materi yang akan dipelajari.

• Guru dapat memberikan kesempatan kepada siswa untuk menghubungkan informasi baru dengan pengetahuan yang telah mereka miliki. Hal ini dapat dilakukan dengan memberikan pertanyaan, tugas, atau diskusi.

• Guru dapat memberikan kesempatan kepada siswa untuk menerapkan informasi baru dalam konteks yang berbeda. Hal ini dapat membantu siswa untuk memahami informasi baru secara lebih mendalam.

Dengan menerapkan teori belajar Ausubel, guru dan dosen dapat membantu siswa untuk belajar secara lebih bermakna, sehingga siswa dapat memperoleh pengetahuan yang lebih mendalam dan tahan lama.



Teori Belajar Gagne

Teori belajar Gagne adalah teori belajar yang dikemukakan oleh Robert M. Gagne, seorang psikolog pendidikan Amerika. Teori ini berfokus pada proses belajar manusia dan bagaimana proses tersebut dapat dioptimalkan.

Menurut Gagne, belajar adalah proses perubahan yang relatif permanen dalam kemampuan seseorang sebagai hasil dari pengalaman. Perubahan tersebut dapat berupa perubahan pengetahuan, keterampilan, atau sikap.


Fase-fase proses belajar Gagne

Gagne membagi proses belajar menjadi delapan fase, yaitu:

1. Motivasi: Fase ini melibatkan upaya untuk membangkitkan minat dan perhatian siswa terhadap materi yang akan dipelajari.

2. Pemberian informasi: Fase ini melibatkan penyajian materi yang akan dipelajari kepada siswa.

3. Pemahaman: Fase ini melibatkan proses pemahaman siswa terhadap materi yang telah disajikan.

4. Retensi: Fase ini melibatkan proses penyimpanan materi yang telah dipelajari dalam memori siswa.

5. Recall: Fase ini melibatkan proses mengingat kembali materi yang telah disimpan dalam memori siswa.

6. Generalisasi: Fase ini melibatkan proses penerapan materi yang telah dipelajari dalam konteks yang berbeda.

7. Performansi: Fase ini melibatkan proses menunjukkan kemampuan siswa dalam menerapkan materi yang telah dipelajari.

8. Penilaian: Fase ini melibatkan proses penilaian terhadap keberhasilan siswa dalam proses belajar.


Jenis Belajar Gagne

Selain membagi proses belajar menjadi delapan fase, Gagne juga mengemukakan bahwa ada delapan jenis belajar yang berbeda, yaitu:

1. Belajar isyarat: Belajar isyarat adalah proses belajar yang melibatkan pembentukan asosiasi antara suatu stimulus dan respon.

2. Belajar stimulus-respons: Belajar stimulus-respons adalah proses belajar yang melibatkan pembentukan asosiasi antara dua stimulus atau dua respon.

3. Belajar diskriminasi: Belajar diskriminasi adalah proses belajar yang melibatkan kemampuan untuk membedakan antara dua stimulus atau dua respon.

4. Belajar konsep: Belajar konsep adalah proses belajar yang melibatkan kemampuan untuk memahami suatu konsep.

5. Belajar aturan: Belajar aturan adalah proses belajar yang melibatkan kemampuan untuk memahami hubungan antara dua variabel.

6. Belajar strategi: Belajar strategi adalah proses belajar yang melibatkan kemampuan untuk menggunakan teknik tertentu untuk menyelesaikan suatu tugas.

7. Belajar keterampilan motorik: Belajar keterampilan motorik adalah proses belajar yang melibatkan kemampuan untuk melakukan suatu gerakan secara terampil.

8. Belajar sikap: Belajar sikap adalah proses belajar yang melibatkan perubahan dalam sikap seseorang terhadap sesuatu.


Contoh Penerapan Teori Belajar Gagne

Teori belajar Gagne telah banyak diterapkan dalam pembelajaran di sekolah dan perguruan tinggi. Teori ini dapat membantu guru dan dosen untuk mengembangkan strategi pembelajaran yang efektif untuk membantu siswa belajar secara efektif.

Berikut adalah beberapa contoh penerapan teori belajar Gagne dalam pembelajaran:

• Untuk membangkitkan motivasi siswa, guru dapat mengajukan pertanyaan yang menarik atau memberikan contoh yang relevan dengan materi yang akan dipelajari.

• Untuk memberikan informasi kepada siswa, guru dapat menggunakan berbagai metode, seperti ceramah, diskusi, atau demonstrasi.

• Untuk membantu siswa memahami materi, guru dapat memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya, mengerjakan tugas, atau berdiskusi.

• Untuk membantu siswa mengingat materi, guru dapat menggunakan berbagai teknik, seperti pemberian latihan, pengulangan, atau penggunaan mnemonic.

• Untuk membantu siswa menerapkan materi dalam konteks yang berbeda, guru dapat memberikan tugas atau proyek yang melibatkan penerapan materi dalam konteks yang nyata.

Dengan menerapkan teori belajar Gagne, guru dan dosen dapat membantu siswa belajar secara efektif, sehingga siswa dapat memperoleh pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang dibutuhkan.


Teori Belajar Piaget

Teori belajar Piaget adalah teori belajar yang dikemukakan oleh Jean Piaget, seorang psikolog asal Swiss. Teori ini berfokus pada proses perkembangan kognitif manusia, mulai dari bayi hingga dewasa.

Urutan Perkembangan Kognitif pada Teori Piaget

Menurut Piaget, perkembangan kognitif terjadi dalam urutan empat tahap, yaitu:

• Tahap sensorimotor (0-2 tahun): Pada tahap ini, bayi memperoleh pengetahuan melalui indera dan gerakan.

• Tahap praoperasional (2-7 tahun): Pada tahap ini, anak mulai menggunakan simbol-simbol, seperti kata-kata dan gambar.

• Tahap operasional konkret (7-11 tahun): Pada tahap ini, anak mulai berpikir logis dan dapat memahami konsep-konsep abstrak.

• Tahap operasional formal (11-18 tahun): Pada tahap ini, anak mulai berpikir abstrak dan dapat memecahkan masalah secara hipotetis.


Piaget juga mengemukakan beberapa konsep penting dalam teori belajarnya, yaitu:

• Skema: Skema adalah struktur mental yang digunakan untuk memahami dunia.

• Asimilasi: Asimilasi adalah proses memasukkan informasi baru ke dalam skema yang sudah ada.

• Akomodasi: Akomodasi adalah proses menyesuaikan skema dengan informasi baru.

• Ekuilibrasi: Ekuilibrasi adalah proses keseimbangan antara asimilasi dan akomodasi.

Teori belajar Piaget telah banyak diterapkan dalam pembelajaran di sekolah dan perguruan tinggi. Teori ini dapat membantu guru dan dosen untuk memahami bagaimana siswa belajar dan mengembangkan strategi pembelajaran yang efektif.


Contoh Penerapan Teori Belajar Piaget

Berikut adalah beberapa contoh penerapan teori belajar Piaget dalam pembelajaran:

• Untuk membantu siswa belajar pada tahap sensorimotor, guru dapat memberikan kesempatan kepada siswa untuk menyentuh, melihat, dan mendengar objek-objek yang sedang dipelajari.

• Untuk membantu siswa belajar pada tahap praoperasional, guru dapat menggunakan cerita, lagu, dan gambar untuk membantu siswa memahami konsep-konsep abstrak.

• Untuk membantu siswa belajar pada tahap operasional konkret, guru dapat memberikan kesempatan kepada siswa untuk melakukan eksperimen atau memecahkan masalah.

• Untuk membantu siswa belajar pada tahap operasional formal, guru dapat memberikan kesempatan kepada siswa untuk berdiskusi tentang masalah-masalah hipotetis.

Dengan menerapkan teori belajar Piaget, guru dan dosen dapat membantu siswa belajar secara efektif, sehingga siswa dapat memperoleh pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan.


Posting Komentar untuk "Contoh Penerapan Teori Belajar Ausubel, Gagne dan Piaget"