Cerpen Melayu : Ibuku Cintaku



 Cerpen Indonesia Cerpen kompas Cerpen Koran Cerpen online Cerpen PDF Cerpen Sejarah Cerpen terkenal Cerpen Pendek


“Oh…honey, would you be my girl friend?

“Oh…darling…..

( kkrrrriiiinnggg…….), tiba-tiba saja jam alarm diatas meja belajar menggugah si Atan dari mimpinya, ia pun terbangun dari tidurnya. Lalu ia tangkap jam yang memekakkan telinganya itu. Lalu….

“Alamak…dah jam tujuh setengah dah, akor ape tidak jam ni?” ujar si Atan

Tapi ia tidak percaya , ia keluar dari kamar yang dindingnya terbuat dari kulit kayu untuk melihat jam yang sudah lebih kurang 10 tahun melekat di dinding yang terbuat dari papan punak itu. Rupa-rupanya benar, hari sudah menunjukkan jam tujuh setengah pagi.

“Ataaan…ooo…Atan…bangun!!!...hari dah jam berape ni? Dikau tak pergi ke sekolah ke?”. Terdengar suara emaknya memanggil si Atan yang dikira masih lalok di kasur yang empuk itu.

“ye lah mak, Atan dah bangun ni”. Lalu si Atan bergegas menuju ke kolam yang sudah hampir kering airnya yang berada dibelakang gubuknya itu untuk membasahi muka dan rambutnya karena untuk mandi saja airnya tidak cukup, dan airnya bias keruh kalau tidak diambil secara perlahan-lahan. Diperhitungkan sudah hampir dua bulan rintik-rintik hujan tidak membasahi daerah perkampungan yang bernama desa Sembayu itu. Memang musim kemarau sudah datang, untuk memperoleh air minum saja terpaksa mereka mengangkut air redang yang berada dibawah kaki guunung yang kebetulansangat jauh dari permukiman mereka. Kalau ditempuh dengan berjalan kaki, lebih kurang dua jam setengah baru sampai kesumber air tersebut.

 “Atan…Atan…ape yang kau buat ditepi kolam tu, hari suda jam 7:35 ni, nanti kau terlambat pula ke sekolah”. Tiba-tiba Atan terbangun dari lamunannya yang memikirkan kapan akan turun hujan. Setelah itu, ia bergegas menuju ke kamarnyauntuk bersiap-siap pergi ke sekolah. Botol minyak kemiri yang berisikan minyak goring yang diletak diatas jendela langsung ia ambil untuk meminyaki rambutnya yang gersang itu. Bau yang tidak sedap pun tercium oleh hidungnya dan ia tau kalau bau itu berasal dari minyak yang telah ia disapukan dirambutnya. Ternyata, ia selalu mengisi ulang botol bekas minya kemiri itu dengan minyak goreng bekas menggoreng ikan asin. Tapi nampaknya ia pede-pede saja dengan ‘parfum’ yang ia gunakan itu.

Ibunya yang sedang menggoreng pisang muda di tungku kayu yang berada di dapur  pun memanggil si Atan untuk berserapan pisang goreng dulu sebelum berangkat ke sekolah.

“Atan….oo…Atan..kau dah siap-siap ke nak berangkat ke sekolah?                Ni ha.. .serapan dulu”

“tak pe lah mak, Atan dah lambat ni, Atan pergi dulu ye mak? assalamualaikum…”

“ye lah…wa’alaikumsalam, hati nak dijalan”.

Setelah itu Atan pun dengan semangat berangkat ke sekolah. Ia berangkat ke sekolah dengan berjalan kaki, walaupun suasana cuaca membaik dan jalan menuju ke sekolah tidak becek, tapi ia tetap berjalan kaki ke sekolah. Dia tidak ingin menggunakan sepeda kargo yang satu-satunya barang peninggalan arwah bapaknya, dan satu-satunya kendaraan yang dimiliki oleh keluarga tersebut. Dia tidak ingin diejek temannya lagi karena memakai sepeda yang unik itu. Dia masih teringt lagi apa yang diucapkan oleh teman sekelasnya, “sepeda ini pantasnya di museum, bukannya di sekolah”.

 Semenjak itu lah dia tidak pernah memakai sepeda kargo itu lagi. Dia masih memilih untuk berjalan kaki dari pada memakai sepeda tua itu. Walaupun jarak antara sekolah dengan tempat kediamannya itu sangatlah jauh.

Mentari pun sudah mulai bertengger diufuk timur dan memuntahkan seribu kehangatan, walau demikian, murid SD Terpadu yang menduduki kelas 6 ini tidak sedikitpun merasa kehangatan sinar mentari, karena ia terlindung oleh pepohonan yang tinggi dan rindangyang tegak berdiri ditepi sepanjangjalan menuju ke sekolah SD Terpadu itu. Pepohonan yang lebih kurang 30 tahun umurnya itu seolah-olah melindungisi murid SD itu dari tusukan sinar ultraviolet yang di luahkan oleh sang mentari yang berada di ufuk timur itu.

Setibanya di sekolah, ia merasa heran karena pada jam segini kok belum masu kelas.

“Mat, ngape belum masuk lagi? Hari dah jam 8 lewat dah. Hari ini kite tak belajo ke?”, tanya si Atan kepada teman sekelasnya, Amat, lalu Amat pun menjawab,

“a..ah..hari ini kite tak belajo, sebab ade rapat dekat kantor”.

“rapat ape?”

“Pak Gunawan cakap tadi rapat tentang UAN, katenye kite akan mengikuti UAN hari senen esok”.

“UAN tu ape, Mat?”

“aduuuh…kau…Tan…Tan…macam mane kau ni…UAN pun tak tau, UAN tu adalah Ujian Akhir Nasional, laaah…?”

Beberapa menit kemudian, datanglah si Pipit menghampiri mereka berdua sambil memegang es krim di tangan kanannya dan di tangan kirinya ada sebuah handphone yang bermerek Black Berry, dari handphone itu terdengarlah suara lagu favorit Atan yang berjudul ‘makhluk tuhan paling seksi’ yang di nyanyikan oleh Mulan jameela. Bagi murid-murid SD Terpadu di perkampungan itu, mempunyai sebuah handphone saja sudah di anggap sebagai anak orang kaya.

 Memang, jika dibandingkan dengan murid-murid yang lain di SD tersebut, Pipit adalah anak orang yang paling kaya di perkampungan tersebut.

“Hey Pit, bukan main sedap lagu tu. Boleh aku pinjam sekejap handphone kau?

“Tak boleh!!!”

“Mak…eh…kedekut betul lah kau ni”.

“Kalau aku kasi pinjam, aku takut kau picit-picit tak tentu arah, nanti rusak lagi Hp ku”.

“Dasar anak orang kaya, memang sombong, pergilah kau dari sini, jangan berkawan dengan kami lagi”.

Si Pipit pun mencibir mereka dan pergi meninggalkan si Atan dan si Amat yang dari tadinya sedang duduk-duduk dibawah pohon Akasia yang rindang yang berada di sudut halaman sekolah.

Ketika sang mentari berada tepat diatas kepala, artinya hari sudah menunjukkan jam dua belas, dan seketika itu pun para guru sudah selesai dan mendapatkan mufakat dari musyawaroh yang telah berlangsung dari pagi tadi. Terlihatlah seorang TU (Tata Usaha) menempelkan pengumuman di Mading (Majalah Dinding). Dalam beberapa saat saja, Mading tersebut sudah di kerumuni oleh murid-murid kelas 6 SD tersebut, termasuk juga Atan dan Amat. Disitu hanya tampak beberapa murid yang berasal dari kelas 5, kelas 4, dan kelas 3, sedangkan murid-murid kelas 1 dan kelas 2 sudah pulang lebih awal. Dari beberapa pengumuman yang ditempel di Mading itu, si Atan merasa gembira dan timbul semangat belajar ketika ia membaca pengumuman yang berada di poin 4,

“Hei Mat, cube kau bace yang poin ke-4 tu!!!”.

 “Murid yang berprestasi pada UAN nanti akan mendapatkan beasiswa, yaitu sekolah SLTP di Singapura”. Amat membacanya.

“Ei…Mat, kau tau tak, itu kesempatan kite untuk nyambung sekolah ke luar negeri, kite harus berusaha, Mat…kite harus berusahaaaa….

“Ye, betul tu”.

“Pokoknye kite harus mendapat juara , Mat. Kite harus belajo betul-betul”.

Setelah itu, mereka masuk ke kelas masing-masing untuk menuntut hak mereka yaitu menerima materi dari guru mereka, dan guru-guru tersebut juga berkewajiban memberi materi kepada muridnya. Setelah itu mereka pulang bersama-sama ke rumah masing-masing, kecuali Atan. Atan pulang ke rumahnya sendirian, tanpa berteman, karena ketika Atan pulang kerumahnya, ia tidak melalui jalan umum, sedangkan teman-temannya yang lain melewati jalan umum itu. Karena jika ia pulang melewati jalan umum, maka ia akan menempuh jarak yang jauh untuk bisa sampai ke rumahnya. Sedangkan jalan yang ia lewati sehari-hari itu adalah jalan yang paling dekat antara rumahnya dengan sekolah.

Begitu Atan sampai ke rumahnya, langsung ia memberi tau emaknya tentang pengumuman yang ia baca di sekolah tadi,

“Assalamualaikum!!!...Mak…ooo…Mak…mak dekat mane?”

“wa’alaikumsalam!!!...Mak dekat sini ha…, dekat dapo. Ade ape ni?         Di kejo hantu ke? Mane hantu tu…mane? Bio mak cincang die!!!”.

“Aduh…Mak ni. Bukan hantu laaaah…”

“Habis tu, ngape dikau nampak tegopoh-gopoh aje?”

“Atan ade berite gembire ni, mak”.

“Berite ape?”

“Gini, Mak. Tadi dekat sekolah ade pengumuman, bagi murid yang berprestasi di Ujian Akhir Sekolah nanti akan mendapatkan beasiswa untuk nyambung sekolah di luar negeri, di Singapura, Mak. Ok, nanti malam Atan akan belajo betul-betul untuk mendapatkan kesempatan itu”.

A“pe kau mau sekolah keluar negeri, Tan?”

“Ye, mak!!! Atan mau sekolah keluar negeri, itu pun kalau Atan dapat prestasi di ujian akhir nanti. Do’akan ya mak supaya Atan berhasil”.

“Iye lah Tan, mak do’akan moge kau dapat prestasi nanti, tapi jangan lupe kau harus belajo betul-betul untuk mendapatkan kesempatan tu, jangan asyik        main aje!!!”.

“Oke lah mak, Atan akan belajo betul-betul. Eh…Atan rase lapo pulak, mak dah masak ke?”.

“Dah!!!”

“Ape lauk?!”.

“Itu, di dalalm tudung saji ade siket lauk mak yang masak tadi. Pergilah kau makan sane!!!”.

“Ye lah…perut Atan dah lapo betul ni”.

“Tapi jangan lupe sisekan siket untuk mak, ye. Mak belum makan juge, pergilah kau makan dulu!!!. Mak mau cari kayu api dulu dekat hutan tu”.

“Oke!!!, Atan makan dulu ye, mak hati-hati disane!!!”.

Setelah itu Atan pun membuka tudungsaji. Terciumlah bau belacan dan ikan asin,dan disitu ada juga sepiring sayur pucuk ubi rebus yang masih hangat. Tanpa basa-basi lagi, langsung ia ambil piring yang tersusun diatas rak yang berada disebelahnya, langsung ia ambil nasi dan lauknya. Dengan begitu lahap ia makan. Setelah habis satu porsi, dia tambah lagi satu porsi, begitu seterusnya sampai makanan yang berada ditudung saji itu habis semuanya, tanpa tersisa, kecuali hanya setengah porsi nasi putih yang masih tersisa di piring.

Setelah beberapa menit kemudian, maknya pulang dengan badan yang lunglai dan lapar sekali. Ketika ia masuk kerumah, langsung ia buka tudung saji, tapi betapa jengkel hatinya ketika ia melihat hanya ada setengah porsi nasi putih yang tersisa di piring itu. Tapi rasa jengkelnya tidak memanjang karena ia tau bahwa yang menghabiskan lauk itu adalah anaknya sendiri. Pada akhirnya ia hanya memakan nasi putih saja. Dari kejauhan. si Atan melihat emaknya yang hanya memakan nasi putih saja, dengan rasa sedih dan sesal ia meminta maaf kepada emaknya karena ia telah menghabiskan semua lauk yang ada di tudung saji itu. Dia tadi terlupa menyisakan lauk untuk maknya. Dan akhirnya, dia pun di maafkan.

Pada malamnya Atan tidak pergi kemana-mana. Dia hanya berada di kamarnya yang terbuat dari kulit kayu itu di temani oleh pena dan buku, dan juga cahaya lampu minyak tanah yang remang-remang yang menerangi  di setiap sudut kamarnya, sampai-sampai ia tertidur diatas meja belajarnya hingga pagi menjelang. Begitu juga pada malam-malan berikutnya. Dia selalu belajar pada malam hari.

Setelah beberapa hari kemudian, Ujian Akhir Nasional pun tiba. Mereka merasa cemas dan berdebar-debar jantung mereka saat akan menghadapi ujian, kecuali Atan. Dia kelihatannya tenang-tenang saja. Dia merasa optimis bahwa dia akan bisa menjawab semua pertanyaan yang akan dihadapinya nanti.

Beberapa saat kemudian, lonceng berbunyi menandakan ujian akan segera dimulai.

“Hei Tan, nanti kalau aku tak dapat ngisi, aku nyontek dengan dikau aje ye?!!” ujar si Amat.

“Mane bisa!!!...Hei Mat, sekarang kan tengah ujian, mane bisa nyontek-nyontek”, Atan pun membalasnya

“Ye ke?...Eeiii…matilah aku, tadi malam aku taka de belajo”.

“Tu lah kau, pemalas betul, Asyik main aje, ha…sekarang kau tanggunglah akibatnye.

Setelah seminggu kemudian, kepala sekolah SD Terpadu yang dikenal dengan sebutan Pak Mahmud itu mengumumkan hasil Ujian Akhir Nasional didepan kantor yang telah dikerumuni para murid SD Terpadu kelas 6. Cuaca pada hari itu agak-agak redup. Disebelah barat terdapat awan yang tebal dan berwarna kelabu, seperinya hari mendung dan mau hujan, begitu juga dengan perasaan mereka yang agak mendung saat mendengarkan pengumuman kelulusan. Satu persatu nama murid yang lulus disebutkan oleh Pak Mahmud. Bagi mereka yang disebut namanya, mereka sangat gembira karena mereka lulus, dan orang yang paling gembira diantara murid-murid disitu adalah Atan, karena di lulus dan mendapat prestasi dam malahan mendapat peringkat pertama.

“Yaahhooooo....aku mendapat juara satu!!! Aku dapat juara satu…aku dapat juara satuuuuuuuuuuuuu….!!!”

Disaat ia gembira dam meloncat-loncat seperi katak sampai ke jalan umum didepan halaman sekolahnya. Tanpa disadari dibelakangnya ada mobil yang sedan melaju.

“Hati-hati, Tan. Dibelakang kau ade mobil tu.

Cepat minggir Taaann…Ataaaaaaannnn!!!!”.

Tiba-tiba tubuh Atan langsung digilas oleh mobil berwarna putih itu, dan seketika itu juga suasana menjadi riuh dan berkerumunan orang-orang disekitar situ. Tanpa basa-basi lagi Pak Mahmud langsung membawa Atan dengan mobil Kijangnya ke rumah sakit Bhakti, yaitu rumah sakit yang paling dekat dengan kejadian itu.


Nama

Aceh,45,Affiliate,1,Artis,8,Asuransi,3,Automotive,19,Axioo Blog Competition,1,Axioo Indonesia,1,Bagan Siapiapi,7,Berita,2,Blogging Tips,6,Cheria Halal Holiday,1,Culinary,42,Culture,10,English Zone,37,Events,33,Fashion,1,Featured,10,Film,9,Finance,32,Fitness,59,Gym,1,Health,6,Hotel,20,I-Sing,10,Info,17,International,20,Kesehatan,13,Lifestyle,111,Lomba,2,Lowongan Kerja,3,Malaysia,11,NTT,13,Pendidikan,19,Percetakan,5,Pesawat,14,PPG SM-3T,16,Property,4,Religi,1,Resep Masak,2,Review,27,Riau,24,Rommentiq,16,Sablon,3,Shopping,8,Singapore,20,Skin Care,1,Smartphone,6,Sponsored,8,Surakarta,1,Techno,48,Timor Leste,1,Tips,43,Transportation,12,Travel,98,Viral,5,Whatever,3,
ltr
item
Mirwan Choky: Cerpen Melayu : Ibuku Cintaku
Cerpen Melayu : Ibuku Cintaku
Cerpen Indonesia Cerpen kompas Cerpen Koran Cerpen online Cerpen PDF Cerpen Sejarah Cerpen terkenal Cerpen Pendek
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgt5nhCTZadF_Z8G2nwF0Mq0x9BG6w2L-T7f1mhRSD3ZmIcXKY0IEpWtn8wGekAtEbwfdSenKtyAJ5qQ-9OFs1q7piubtPEO1GnenwHT4YvP0LtOBHQWY5GPUjNnb0oAEtxXyGfl29pZR3PcatZjd3S2Gnn9-4BtN6HWK64b_5Du-7WVAzBx0ZLeRUmm2wW/s1600/IMG_8732.HEIC
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgt5nhCTZadF_Z8G2nwF0Mq0x9BG6w2L-T7f1mhRSD3ZmIcXKY0IEpWtn8wGekAtEbwfdSenKtyAJ5qQ-9OFs1q7piubtPEO1GnenwHT4YvP0LtOBHQWY5GPUjNnb0oAEtxXyGfl29pZR3PcatZjd3S2Gnn9-4BtN6HWK64b_5Du-7WVAzBx0ZLeRUmm2wW/s72-c/IMG_8732.HEIC
Mirwan Choky
https://www.mirwans.com/2026/07/cerpen-melayu-ibuku-cintaku.html
https://www.mirwans.com/
https://www.mirwans.com/
https://www.mirwans.com/2026/07/cerpen-melayu-ibuku-cintaku.html
true
6351450605521220399
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All YAKIN SUDAH BACA YANG INI ? LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy